Selasa, 1 Agustus 2006. hari itu tidak akan pernah kulupakan. Dua tangungjawab besar hinggap dipundakku.
Tanggungjawab pertama terjadi waktu menunjukkan pukul 00.00 WIB. Mulai
saat itu aku bertangungjawab penuh atas kinerja 25 orang dan kehandalan 1 sistem aplikasi yang baru dipakai. Inilah yang menjadi
masalah besar, deskripsi pekerjaanku jadi berubah total.
Tidak hanya berubah tapi semakin bertambah karena tugas-tugas ku yang lama belum
sepenuhnya bisa ditangani oleh petugas yang baru (mereka butuh
ditraining bertahap). Jadilah tiap hari disamping bergelut pada
tugas-tugas lama, aku juga mengerjakan tugas baru yang sama sekali
asing buatku, yaitu tugas manajerial. Jadilah hampir tiap hari meeting,
mempersiapkan presentasi, membuat target jangka pendek, menengah dan
panjang, evaluasi kasil kerja serta hal-hal non teknis lainnya.
Karena itu aku tiap hari jadi terlihat seperti orang stress, murung,
kusut, letih dan lain-lain. padahal itu bukan aku banget. Beban ini
terasa sangat berat, sampai-sampai terbawa kerumah. Istriku bilang aku
sudah sangat jarang sekali tersenyum. Hari-hariku diisi dengan berfikir
bagaimana agar kinerja divisiku terus membaik sementara kendalanya
sangat banyak. Mulai kualitas SDM, pengumpulan data dan informasi,
sampai BUG system yang masih saja selalu ada tiap harinya.
Hidupku terasa telah terbeli, rasanya aku tidak punya waktu banyak lagi
untuk hal lainnya. Padahal aku punya TUHAN yang harus kusembah, aku
punya keluarga dan tetangga yang harus selalu dijalin silahturahminya,
dan aku manusia yang punya banyak keterbatasan. Hal itu sangat terasa
ketika bulan Ramadhan kali ini, tadarus Al-Qur'anku tidak sampai khatam
dan jadwal sholat tarawihku bolong disana-sini. Sangat berbeda jauh
dengan ramadhan tahun-tahun sebelumnya.
Sekitar 2,5 bulan ini (sejak 1 agustus) alhamdulillah aku masih bisa
bertahan. Entah sampai kapan. Mudah-mudahan nanti tugasku tidak
merambah keranah "non teknis" lainnya, mengingat perusahaan tempat aku
bekerja adalah rekanan dari sebuah perusahaan BUMN dan aku ditempatkan
di perusahaan BUMN tersebut. Kita sama-sama tahulah bagaimana birokrasi
dan mekanisme kerja perusahaan BUMN.
Kalau itu sampai terjadi wah bisa-bisa aku tambah stress nih, jadi
ingin mengikuti jejak
siFULAN yang ditulis oleh Mas Bahtiar HS :)
Karena aku sekarang merasa tidak merdeka.
Pengalaman, ya pengalaman. Hanya itu alasan utamaku untuk bertahan. Pekerjaan baruku ini sangat asing
bagiku, karena itu kujadikan pengalaman berharga. Setidaknya sampai
masa kontrak kerjaku habis akhir tahun ini.
***
Tanggungjawab kedua datang sekitar pukul 22.20 WIB. Saat itu ALLAH
mengamanahkan padaku seorang putri cantik. Sebuah akhir dari penantian
panjang selama sekitar 3,5 tahun. Bahagia sekali rasanya, setelah usaha
keras dan doa kami (saya dan istri) selama ini akhirnya dikabulkanNYA.
Karena tanggungjawab kedua inilah, kujalani tanggungjawab pertamaku
dengan sebaik-baiknya. Walaupun belepotan di sana-sini.
Mungkin
pekerjaan baruku ini merupakan
RIZKY
anakku yang ALLAH berikan melalui
aku,. Bukankah setiap orang yang terlahir didunia ini telah ditentukan
rizkynya, termasuk anakku. Karena itu aku bisa mendaftarkan anakku ikut
semua jadwal imunisasi (insyaALLAH),
membelikan diapers yang terbaik agak anakku tidak iritasi, membelikan
jilbab, pakaian dan mainan, serta memberikan gizi yang terbaik buat
istriku agar
dapat menghasilkan ASI yang berkualitas.
***
Ya Allah, kalau pekerjaan ini baik buatku, tidak membuatku semakin jauh
dariMu, tidak membuat jalinan silahturahmi dengan keluarga dan sesama
muslim terhambat maka permudahkanlah urusan dan pekerjaanku. Tetapi
apabila pekerjaan ini tidak baik buatku, berikan petunjukMu. Amin.
Sby, 20 Okt '06
tipis